Saya
tidak sombong, Saya tidak individualisme, Saya tidak tertutup, Saya beteman
dengan orang yang mau berteman dengan saya, Saya tidak perduli kalian.
Ketika
seseorang memancing pertanyaan kepada saya seperti ini, jikalau ada seseorang
yang suka membicarakan kamu dibelakangmu bagaimana perasaanmu? Lalu Jikalau ada
seseorang yang menganggap bahwa kehadiranmu dianggap mengganggu bagaimana
perasaanmu? kemudian saya menjawab ya saya so pasti secara naluri juga akan
membenci orang tersebut karna mengata-ngatai saya dibelakang, dan ketika
kehadiran saya dianggap mengganggu maka tentu juga saya akan merasa sedih dan
tidak enak hati.
Sebelumnya
saya tidak mengerti apa maksud dari pertanyaan tersebut kepada saya, apakah
pertanyaan tersebut tentang dirinya atau bagaimana saya benar-benar belum
mengerti, tetapi ternyata di ujung obrolan tersebut saya baru mengerti bahwa
seseorang tersebut sedang membicarakan kehidupan saya yang ternyata ketika
berada di dalam kelas ia berpendapat bahwa banyak yang tidak menyukai kehadiran
saya sehingganya saya menjadi objek pembicaraan mereka dibelakang. Saya juga
baru mengerti bahwa ternyata ada yang menganggap bahwa keberadaan saya dikelas
seperti mengganggu. Buruk sekali menurut saya
Belum
sampai saya menyampaikan siapa jati diri saya sebenarnya, mereka sudah seperti
itu bertindak dan menilaiku. Asal tau saja bahwa saya sedikitnya tidak pernah membuat masalah sekecil apapun
yang saya rasa menyakiti hati mereka, karena jujur saya sendiri terlalu banyak
diam dikelas dengan urusan saya sendiri. Mungkin itu menjadi sebab mengapa
sampai masalah tersebut terjadi saya baru menyadari ketika diberi tahu oleh
orang lain bukan karena kesadaran saya.
Pertama,
saya bukanlah orang yang sibuk mengurusi urusan tidak penting seperti berkomplot
ria dan teriak-teriak seperti have fun di kelas
Kedua, bukan tipe saya untuk membuat banyak
obrolan dengan orang-orang yang baru saya kenal selama beberapa bulan, itu
tidak nyaman. Orang yang sudah lama mengenal saya juga belum tentu dapat bagian
dari cerita hidup saya.
Ketiga, saya beri tahu, kalian itu sementara bukan
selamanya, teman kelas hanya teman kelas, kenal adalah sebatas kenal, dan hidup
sekelas belum tentu harus dekat. Tetap saya mengenal interaksi, tetapi itu
hanya sebatas profesionalitas karena kita hidup satu kelas yang terkadang harus
bekerja sama.
Keempat, sebagian dari kalian itu KONYOL, tidak
seharusnya kalian urusi urusan saya dan mengata-katai saya dibelakang. Apa
perbuatan yang pernah saya lakukan sedikitpun yang merugikan kalian? Hey apa
salah saya? saya Tanya. Bukan hak kalian karena kita bukan siapa-siapa, ingat?
Profesionalitas semata.
Penilaian
saya saja mengenai hidup dari kalian-kalian yang menurut saya konyol ,
sepertinya selama ini belum terlalu banyak yang kalian dilalui ya? Jadi saya
maklum kalian pemikiran dan tindak lakunya primitive, sesuai dengan kehidupan
kalian yang flat lahir ditempat tersebut, makan disitu, besar disitu, sekolah
disitu, berkeluarga dan mati ditempat itu juga. Kalian juga selama ini
sepertinya hanya menjalani hidup kalian selalu pada zona nyaman kalian sehingganya
sekarang hanya berani buat, berorasi dan bikin keributan bersama-sama untuk
bully seseorang dengan cara yang menjengkelkan kepada saya salah satunya.
Sepertinya
saya sosok yang baru ya buat kalian? Kalian kaget kah ada seseorang yang ketika
ngobrol hanya seperlunya saja, tidak terlalu banyak berbaur dengan kalian satu
persatu, dan hanya bergaul dengan beberapa orang tertentu di kelas seperti
lebih banyak kekaum wanita? Yah, itu pandangan kalian belum ada seperempatpun
dari kenyataan hidup saya, kata siapa saya tidak bisa ngobrol dengan para pria
juga? Dalam hal tersebut yang berlaku adalah tergantung siapa anda? Apakah anda
adalah seseorang yang saya fikir pantas untuk di ajak berbincang atau tidak,
dan selama ini memang saya rasa dikelas hanya saya temukan beberapa dari wanita
untuk saya ajak bicara, itupun tidak sepenuhnya obrolan yang dapat dikatakan dekat,
hanya obrolan biasa seputar kehidupan kelas, setelahnya mungkin hubungan
percakapan tersebut bertahan paling lama dua hari.
Kalian
itu berbeda posisi dengan seseorang yang saya anggap sebagai bagian dari hidup
saya, bukan kerabat, bukan sahabat, bukan keluarga, kalian itu hanya sementara
dan hubungannya akan segera berlalu dengan hanya menyisakan simbol say hi pada
pertemuan pertama, kedua, dan ketiga pasca berpisah.
Saya
meminta tolong kepada kalian, tolong hargai kehidupan orang lain. Tidak semua
kehidupan orang lain bisa kalian handle dengan cara konyol yang kalian lakukan
tersebut. Sekali lagi tolong hargai privasi saya, hargai privasi orang lain
yang kalian temui di kehidupan kalian. Terlebih untuk seseorang yang sepertinya
menjadi ketua diantara kalian, yang tingkah lakunya dengan tanpa estetika, dan
tutur katanya yang kotor juga kasar dengan pengucapan selalu melalui bahasa
daerah seolah ingin selalu didengar, dan yang merasa paling penting
keberadaannya di antara komplotannya itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar