Selasa, 23 Desember 2014

BUAT KALIAN PARA MANUSIA KONYOL


Saya tidak sombong, Saya tidak individualisme, Saya tidak tertutup, Saya beteman dengan orang yang mau berteman dengan saya, Saya tidak perduli kalian.


            Ketika seseorang memancing pertanyaan kepada saya seperti ini, jikalau ada seseorang yang suka membicarakan kamu dibelakangmu bagaimana perasaanmu? Lalu Jikalau ada seseorang yang menganggap bahwa kehadiranmu dianggap mengganggu bagaimana perasaanmu? kemudian saya menjawab ya saya so pasti secara naluri juga akan membenci orang tersebut karna mengata-ngatai saya dibelakang, dan ketika kehadiran saya dianggap mengganggu maka tentu juga saya akan merasa sedih dan tidak enak hati.


            Sebelumnya saya tidak mengerti apa maksud dari pertanyaan tersebut kepada saya, apakah pertanyaan tersebut tentang dirinya atau bagaimana saya benar-benar belum mengerti, tetapi ternyata di ujung obrolan tersebut saya baru mengerti bahwa seseorang tersebut sedang membicarakan kehidupan saya yang ternyata ketika berada di dalam kelas ia berpendapat bahwa banyak yang tidak menyukai kehadiran saya sehingganya saya menjadi objek pembicaraan mereka dibelakang. Saya juga baru mengerti bahwa ternyata ada yang menganggap bahwa keberadaan saya dikelas seperti mengganggu. Buruk sekali menurut saya


            Belum sampai saya menyampaikan siapa jati diri saya sebenarnya, mereka sudah seperti itu bertindak dan menilaiku. Asal tau saja bahwa saya sedikitnya  tidak pernah membuat masalah sekecil apapun yang saya rasa menyakiti hati mereka, karena jujur saya sendiri terlalu banyak diam dikelas dengan urusan saya sendiri. Mungkin itu menjadi sebab mengapa sampai masalah tersebut terjadi saya baru menyadari ketika diberi tahu oleh orang lain bukan karena kesadaran saya.


 Pertama, saya bukanlah orang yang sibuk mengurusi urusan tidak penting seperti berkomplot ria dan teriak-teriak seperti have fun di kelas


Kedua, bukan tipe saya untuk membuat banyak obrolan dengan orang-orang yang baru saya kenal selama beberapa bulan, itu tidak nyaman. Orang yang sudah lama mengenal saya juga belum tentu dapat bagian dari cerita hidup saya.


Ketiga, saya beri tahu, kalian itu sementara bukan selamanya, teman kelas hanya teman kelas, kenal adalah sebatas kenal, dan hidup sekelas belum tentu harus dekat. Tetap saya mengenal interaksi, tetapi itu hanya sebatas profesionalitas karena kita hidup satu kelas yang terkadang harus bekerja sama.


Keempat, sebagian dari kalian itu KONYOL, tidak seharusnya kalian urusi urusan saya dan mengata-katai saya dibelakang. Apa perbuatan yang pernah saya lakukan sedikitpun yang merugikan kalian? Hey apa salah saya? saya Tanya. Bukan hak kalian karena kita bukan siapa-siapa, ingat? Profesionalitas semata.


            Penilaian saya saja mengenai hidup dari kalian-kalian yang menurut saya konyol , sepertinya selama ini belum terlalu banyak yang kalian dilalui ya? Jadi saya maklum kalian pemikiran dan tindak lakunya primitive, sesuai dengan kehidupan kalian yang flat lahir ditempat tersebut, makan disitu, besar disitu, sekolah disitu, berkeluarga dan mati ditempat itu juga. Kalian juga selama ini sepertinya hanya menjalani hidup kalian selalu pada zona nyaman kalian sehingganya sekarang hanya berani buat, berorasi dan bikin keributan bersama-sama untuk bully seseorang dengan cara yang menjengkelkan kepada  saya salah satunya.


            Sepertinya saya sosok yang baru ya buat kalian? Kalian kaget kah ada seseorang yang ketika ngobrol hanya seperlunya saja, tidak terlalu banyak berbaur dengan kalian satu persatu, dan hanya bergaul dengan beberapa orang tertentu di kelas seperti lebih banyak kekaum wanita? Yah, itu pandangan kalian belum ada seperempatpun dari kenyataan hidup saya, kata siapa saya tidak bisa ngobrol dengan para pria juga? Dalam hal tersebut yang berlaku adalah tergantung siapa anda? Apakah anda adalah seseorang yang saya fikir pantas untuk di ajak berbincang atau tidak, dan selama ini memang saya rasa dikelas hanya saya temukan beberapa dari wanita untuk saya ajak bicara, itupun tidak sepenuhnya obrolan yang dapat dikatakan dekat, hanya obrolan biasa seputar kehidupan kelas, setelahnya mungkin hubungan percakapan tersebut bertahan paling lama dua hari.


            Kalian itu berbeda posisi dengan seseorang yang saya anggap sebagai bagian dari hidup saya, bukan kerabat, bukan sahabat, bukan keluarga, kalian itu hanya sementara dan hubungannya akan segera berlalu dengan hanya menyisakan simbol say hi pada pertemuan pertama, kedua, dan ketiga pasca berpisah.


            Saya meminta tolong kepada kalian, tolong hargai kehidupan orang lain. Tidak semua kehidupan orang lain bisa kalian handle dengan cara konyol yang kalian lakukan tersebut. Sekali lagi tolong hargai privasi saya, hargai privasi orang lain yang kalian temui di kehidupan kalian. Terlebih untuk seseorang yang sepertinya menjadi ketua diantara kalian, yang tingkah lakunya dengan tanpa estetika, dan tutur katanya yang kotor juga kasar dengan pengucapan selalu melalui bahasa daerah seolah ingin selalu didengar, dan yang merasa paling penting keberadaannya di antara komplotannya itu.